Selasa, 30 Oktober 2018

Enam Bulan Pernikahan


Suka Duka Umma Hamil

Assalamu'alaikum wr wb...

Hai, apa kabar teman-teman dedek bayi, Umma dan Abah? Kali ini Umma nih yang ada disini. Umma lagi pengen berbagi cerita dengan teman-teman semua tentang masa-masa kehamilan Umma. Semoga selain menghibur, memberikan manfaat dan ilmu juga ya... Bisa diambil pelajaran tentunya...

Alhamdulillah, setelah dua bulan menikah, Umma diberikan kepercayaan oleh Allah swt. Umma mengandung dedek bayi. Tentunya Umma dan Abah seneng sekali karena Allah swt berikan kepercayaan untuk mengandung dedek bayi.

Selama penantian, yakni selama dua bulan, Umma memang ingin segeera memiliki momongan. Umma banyak belajar dan membaca tentang bagaimana kehamilan itu. Bagaimana melewati masa-masa kehamilan dengan baik, dan bagaimana cara menjaga kandungan supaya kehamilan itu sesuai dengan seharusnya. Alhamdulillah, kemudian Allah swt berikan kesempatan kepada Umma untuk mengandung dedek bayi.

Sebagaimana ibu-ibu hamil pada umumnya, terutama untuk kehamilan pertama, pasti ada perubahan dalam tubuh si ibu. Baik dari sisi psikologis, kesehatan maupun rohani. Dari sisi psikologis Umma merasa lebih sensitif. Kalau zaman sekarang dibilangnya baper, suka ngambek, atau bahkan marah dan menangis. Dari sisi kesehatan, Umma merasa banyak sekali perubahan. Terutama di trimester pertama dari masa kehamilan.

Pada masa trimester pertama ini, Umma suka merasa mual, pusing, muntah, lemas, tidak bertenaga, dan turun berat badan. Mual-mualnya Umma itu parah, bahkan sampai mabok atau teller. Setiap apapun yang Umma makan pasti akan keluar lagi, bahkan sampai terkuras habis isi lambungnya. Sampai-sampai yang keluar itu cairan kuning atau cairan bening. Tiga bulan pertama kehamilan berat badan Umma turun satu kg setiap bulannya. Dan dalam menjalani hari-hari itu Umma tidak bergairah, karena tidak punya tenaga. Lemas. Mengingat setiap apapun yang dimakan pasti keluar lagi. Baik itu nasi, sayur, buah, juz bahkan air putih. Sehingga Umma kekurangan banyak cairan. Akibatnya tubuh lemas dan kepala sering pusing.

Karena kondisi itulah, Umma jarang sekali melakukan pekerjaan rumah. Lebih banyak tidur dan berbaring untuk beristirahat. Karenanya, Abah lah yang banyak membantu Umma seperti menyuci, mengepel, menyapu, dan mencuci piring atau gelas. Umma pun tidak memiliki kekuatan untuk melakukan aktivitas memasak. Oleh karena itu, Umma dan Abah lebih banyak beli makan di luar. Dan tentu saja di masa-masa ini terjadi pengeluaran yang lebih banyak. Karena apa-apa harus beli. Hehehehe...

Di saat trimester pertama ini juga, selain faktor kesehatan yang menurun, Umma merasa sisi psikologis juga sangat berubah. Bawaannya selalu ingin menangis dan ingin pulang ke kampung halaman Umma. Mengingat saat itu Umma tidak ada teman kalau di kontrakan, karena Abah bekerja. Jadi Umma merasa kesepian dan sendiri. Alhamdulillah, Ummi bisa  bersabar sampai akhirnya mbah uti dan mbah akung menjemput Umma pulang ke kampung halaman untuk berlebaran di sana. Sementara Umma pulang duluan ke kampung halaman, Abah ditinggal di Bekasi. Baru seminggu menjelang lebaran, Abah menyusul ke Lampung.

Selama di Lampung, alhamdulillah kondisi Umma membaik. Perlahan-perlahan Umma sudah doyan makan dan tidak muntah lagi. Meskipun masih mual, tapi hanya kadangkala, tidak setiap hari.  Waktu itu, kandungan Umma udah menginjak usia empat bulan. Memasuki trimester kedua kehamilan, Umma sudah lebih baik. Berat badan Umma pun mulai meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Dan perut Umma semakin terlihat menonjol dengan jelas, artinya dedek bayi sudah mulai tumbuh di dalam perut Umma.

Kurang lebih dua bulan Umma ada di Lampung, baru setelah itu Abah menjemput Umma ke Lampung, dan kembali ke Bekasi. Selama di Lampung dan berjauhan dari Abah, Umma suka merasa kangen dengan Abah. Terkadang suka menangis, karena dedek bayi dan Umma tidak bisa bertemu Abah setiap hari. Alhamdulillah, setelah Umma merasa sudah sehat dan bisa bepergian jauh, akhirnya Umma pulang ke Bekasi dijemput Abah. Kita kembali ke Bekasi naik pesawat dan kereta api.

Di Bekasi, kurang lebih cuma dua bulan juga. Setelah itu Umma dijemput Mbah Akung dan Mbah Uti lagi pulang ke Lampung. Karena Umma berencana melahirkan di Lampung. Supaya ada teman yang menemani. Sebab Abah kerjanya ada dua shift, jadi tidak bisa selalu standby.  Selama di Lampung, Umma beberapa kali periksa kandungan. Dan, berat badan dedek bayi selalu kurang dari yang seharusnya. Jadi Umma diminta banyak makan Alpukat, telor ayam kampung, ice cream dan juga minum susu. Alhamdulillah memasuki usia kandungan 36 weeks, dedek bayi beratnya sudah nambah bahkan sampai 3 kg. Sekarang Umma tinggal menunggu saat kelahiran tiba. Mohon doanya ya buat sahabat dedek bayi, Umma dan Abah. Semoga Allah berikan kelancaraan, kemudahan, dan keselamatan buat Umma dan dedek bayi saat waktu persalinan nanti. Begitulah sedikit cerita dari Umma tentang kehamilan dedek bayi. Suka duka saat hamil, semoga perjuangan ini Allah balas dengan banyak kebaikan dan dedek menjadi anak yang sholih/sholiha. Aamiin ya Allah...

usia dedek bayi saat 4 bulan

usia dedek bayi saat 6 bulan
usia dedek bayi saat 8 bulan